Health Lifestyle

Diabetes bisa dicegah dengan berjemur

Diabetes.jpg

Kasus diabetes yang paling banyak terjadi adalah diabetes tipe 2 dan banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini terjadi. Menurut penelitian, jumlah vitamin D yang rendah bisa menyebabkan seseorang mengalami diabetes tipe 2.

Diabetes adalah penyakit kronis yang disebabkan oleh tidak adanya insulin dalam tubuh untuk mengatur gula darah (diabetes tipe 1) atau disebabkan oleh insulin yang tidak dapat bekerja dengan baik akibat berbagai faktor, salah satunya pola makan dan gaya hidup (diabetes tipe 2). Menurut data WHO, diketahui bahwa pada tahun 2014 terdapat 422 juta orang yang mengalami diabetes dan penderitanya terus menerus bertambah dari waktu ke waktu. Diperkirakan bahwa pada tahun 2012 sekitar 1,5 juta orang meninggal akibat penyakit diabetes dan 2,2 juta jiwa meninggal karena komplikasi yang disebabkan oleh diabetes.

Kasus diabetes yang paling banyak terjadi adalah diabetes tipe 2 dan banyak faktor yang menyebabkan penyakit ini terjadi. Menurut penelitian, jumlah vitamin D yang rendah bisa menyebabkan seseorang mengalami diabetes tipe 2.

Vitamin D mencegah diabetes tipe 2

Seperti ditulis oleh Nimas Mita Etika M pada website Hellosehat.com, Vitamin D adalah vitamin larut lemak yang sering kali disebut sebagai vitamin matahari, karena sebagian besar vitamin D didapatkan ketika tubuh terkena sinar matahari. Semakin sering kita terpapar dengan sinar matahari di waktu-waktu tertentu, maka semakin banyak vitamin D yang dapat dihasilkan oleh tubuh.

Baru-baru ini terdapat penelitian yang menyatakan bahwa vitamin D dapat mencegah penyakit diabetes terjadi. Hal ini muncul karena hasil dari penelitian tersebut menemukan bahwa orang yang mengalami diabetes tipe 2 memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam darah. Penelitian tersebut juga mengemukakan jika orang yang memiliki kadar vitamin D yang rendah dalam tubuhnya memiliki risiko tinggi mengalami diabetes tipe 2, sedangkan orang yang baru terdiagnosis diabetes tipe dua rata-rata jumlah vitamin D dalam tubuhnya rendah.

Penelitian yang dilakukan pada tahun 2012, menemukan bahwa pada kelompok yang memiliki jumlah vitamin D lebih dari 25 nanogram per ml, ditemukan peluang yang lebih kecil untuk mengalami diabetes tipe 2 di kemudian hari. Sama dengan hasil penelitian tersebut, dengan membandingkan 18 penelitian yang meneliti tentang kadar vitamin D pada penderita diabetes tipe 2, para ahli menyimpulkan bahwa orang yang tidak mempunyai jumlah vitamin D yang cukup dalam tubuhnya berisiko besar mengalami diabetes tipe 2.

Setiap kenaikan 4 nanogram/ml vitamin D diperkirakan dapat menurunkan 4% peluang seseorang terkena diabetes tipe 2 di masa yang akan datang.

Bagaimana cara vitamin D mencegah diabetes?

Vitamin D membantu kerja sel beta pankreas
Percobaan pemberian suplemen vitamin D dan kalsium pernah dilakukan pada 2000 orang dewasa yang mempunyai risiko untuk mengalami diabetes tipe 2. Suplemen yang diberikan yaitu sebanyak 200 IU vitamin D atau 400 mg kalsium per hari pada kelompok tersebut. Pada akhir percobaan, diketahui bahwa suplemen vitamin D dianggap bisa membantu fungsi dari sel pankreas B, yaitu bagian tubuh yang menghasilkan hormon insulin. Beberapa penderita diabetes tipe 2 memiliki sel beta pankreas yang tidak dapat menghasilkan insulin yang cukup untuk mengubah kadar gula darah, sehingga gula darah tetap tinggi dan menyebabkan hiperglikemia. Hiperglikemia yang terjadi terus-menerus menyebabkan penyakit diabetes terjadi.

Vitamin D rendah menurunkan sensitivitas insulin
Pada orang yang normal dan sehat, gula atau glukosa yang masuk ke dalam darah akan langsung didistribusikan ke sel-sel yang membutuhkan energi untuk metabolisme. Yang bertugas untuk mengubah gula yang ada di dalam darah adalah hormon insulin yang dihasilkan oleh sel beta pankreas. Jika hormon insulin sangat sensitif, maka sel beta pankreas tidak perlu menghasilkan insulin dalam jumlah banyak. Namun hal itu tidak terjadi pada penderita diabetes tipe 2. Insulin yang seharusnya sensitif terhadap kadar glukosa dalam darah, justru tidak merespon dan resisten. Sehingga, jumlah glukosa yang ada di dalam darah meningkat dan terjadi hiperglikemia. Kejadian hiperglikemia yang berulang mengakibatkan diabetes melitus tipe 2. Oleh karena itu, penderita diabetes tipe 2 memerlukan jumlah insulin yang lebih banyak dengan cara menyutikkan obat insulin ke dalam pembuluh darah.

Sementara, pada penelitian yang baru-baru ini dilakukan, diketahui bahwa vitamin D memegang peran penting untuk meningkatkan sensitivitas insulin dan meningkatkan produksi insulin dalam tubuh. Penelitian lain juga menyatakan bahwa jumlah vitamin D yang rendah di dalam tubuh bisa menurunkan sensitifitas insulin.

Membantu penyerapan kalsium dalam tubuh
Selain itu, vitamin D juga membantu penyerapan kalsium dan menjaga jumlah kalsium dalam tubuh. Kalsium mempunyai peran penting dalam mengontrol hormon insulin, sehingga ketika kadar kalsium dalam tubuh menurun atau rendah maka hal ini akan berakibat buruk untuk sel beta pankreas. Gangguan pada sel beta pankreas akan menyebabkan penurunan jumlah hormon insulin dan menurunkan sensitivitas insulin.